Agustus 31, 2021

KERETA

 

KERETA

Kereta...

Mempertemukan aku dengan insan muda

Transportasi yang mengantarkan aku mengenal dia

Mengenalnya membuat aku jatuh cinta

Tutur lembut setiap katanya merasuk jiwa

Candanya tak henti membuatku tertawa

Rupanya menawan bak mawar bunga

Melupakannya masih berat ku rasa

Kereta...

Menbuatku bermimpi tentang dia

Berhayal indah merajut kisah bak cerita nyata

Namun...
Kereta...
Tak ijinkan aku memilikinya

RINDU

RINDU

Binti Isro’in


Rinduku kepada pujaan hati

Bak deburan pasir di tepi pantai

Diguyur ombakpun masih tetap merajai hari

Rinduku makin menggebu

Menyiksa jiwa hingga qolbu

Rindu ini memang terasa menyiksa

Merasuk sampai ke jiwa

Terbayang selalu dikau di pelupuk mata

Sosok yang ku damba di ujung kota

Rinduku kan semakin meronta

Tatkala kasih tak kunjung memberi berita

Khawatir, resah, gelisah, kadang sampai merana

Achh..

Rindu ini tak kunjung reda

Jika kita tak segera berjumpa

Tuhan...

Melewati desir angin yang Kau cipta

Sampaikan rindu ini padanya

Pada makhlukMu yang mengambil separuh jiwa

Dalam Diam... Dalam Sepi... Ku Pendam... Rasa Ini...

 

Dalam Diam... Dalam Sepi... Ku Pendam... Rasa Ini...

Binti Isro’in

 

Aku...

Mengagumi sosokmu dalam diamku

Merindu senyumanmu dalam sepiku

Senyum itu enggan meninggalkan malamku

Hangatkan raga dikala dingin menyapa naluriku

 

Sejak kali pertama kita berjumpa

Kudapati senyum lembut dari bibir yang merona

Sulit hati untuk lupa

Setaip dentuman jantung karena kau sapa

 

Tidakkah kau tahu

Ku cermati dirimu dari jarak jauh?

Tidakkah kau merasa

Ku kepo segala hal tentangmu dalam diamku?

Tidakkah kau tahu

Hanya melihat punggungmu jantungku berdegup kencang?

 

Namun....

Dari hati yang terdalam

Aku ragu jika kau tahu akan itu

 

Cukuplah aku

Sebagai pemujamu dalam diamku

Pengagummu dalam sepiku

PERTAMA HINGGA KESEPULUH

 

Pertama Hingga Kesepuluh

Binti Isro’in


Terkesima pada pandangan pertama

Tertarik pada pertemuan kedua

Pertemuan ketiga makin terpesona

Yang keempat semakin terasa erat

Kelima, semakin tak nampu tuk lupa

Keenam, benih cinta mulai tertanam

Tujuh, tak pernah ingin ada kata jauh

Delapan kali bertemu, semakin manaruh harapan

Pertemuan ke sembilan di persimpangan

Membuat jantung makin deg deg an

Sepuluh kali kan ku katakan

"Aku suka padamu, senyummu tak pernah buat jenuh"
Pertemuan selanjutnya
Harapan kau punya rasa yang sama

NADA DILEMA

 

NADA DILEMA

(Binti Isro’in)

 

DOsakah aku bila…

Menaruh rasa untuk dirinya ?

REsah gelisah merana bila tak kunjung jumpa

            Berbahagia hingga pipi merona bila bertatap mata

MIliki dirinya..

Apakah hanya sebatas mimpi belaka ?

FAhami, rasa yang mendera…

Mungkinkah hanya kagum semata ?

SOlusi !

Berikan aku solusi atas rasa yang terus membara !

LAnjutkan atau sudahi saja ?

SIapa gerangan, ia yang ku puja?

Dialah kekasih sahabatku seiya sekata

DOngkrak kata hatiku yang dilema

Sadarkan…

Haruskah rasa itu ada ?